Wanita-Wanita Cantik Dalam Kehidupan Soekarno
Mumpung masih dalam rangka memperingati Hari Kartini, dan masih hangat membicarakan emansipasi dan hak-hak para wanita, marilah kita membicarakan peran para wanita yang menjadi pendamping hidup Presiden Soekarno. Berhubungan ga sih? Lha, kan ada pepatah, kalau di balik sukses seorang laki-laki selalu ada wanita yang berperan di belakangnya. Yah, mau wanita itu ibu kandungnya, istrinya, pacarnya, saudara perempuannya atau bahkan selingkuhannya hehe..
Dalam kasus Presiden Soekarno, yang diceritakan masa kecilnya sering sakit-sakitan, tidak terlalu akrab dengan ibunya yang berasal dari Bali Ida Ayu Laksmi. Justru ia mendapat kasih sayang pengganti dari pengasuhnya yang bernama Sarinah seperti yang diyakini Soekarno, yang mengajarinya budi pekerti dan cinta rakyat kecil. Ada teori yang mengatakan karena ketidakdekatan dengan ibunya itulah, yang menyebabkan ia melarikan diri dalam kasih sayang pengasuhnya. Soekarno menulis buku tentang wanita Indonesia yang dipersembahkannya pada Sarinah, demikian pula pusat perbelanjaan besar pertama Indonesia diberi nama Sarinah, sebagai tanda sayang dan hormatnya pada pengasuhnya.
Saat bersekolah di Surabaya, ia dinikahkan HOS Tjokroaminoto dengan anak perempuannya Siti Oentari, saat itu Soekarno berumur 20 tahun sementara Siti Oentari 16 tahun. Namun perkawinan mereka tidak berlangsung lama, Soekarno tidak memiliki ketertarikan pada Oentari dan hanya menganggapnya sebagai seorang adik.
Perempuan kedua dalam hidupnya adalah Inggit Garnasih, yang berstatus sebagai istri Sanoesi, induk semangnya sekaligus teman HOS Tjikroaminoto saat Soekarno melanjutkan sekolahnya ke ITB Bandung. Karena sering ditinggal suaminya dan tidak memiliki anak, sementara Soekarno juga kesepian karena baru berpisah dari istrinya maka terjadilah hubungan batin di antara keduanya. Soekarno menggambarkan pertemuan pertamanya dengan Inggit seperti melihat cahaya dari pintu yang terkuak. Akhirnya Sanoesi menceraikan Inggit, maka menikahlah keduanya. Inggitlah yang menjadi istri, kawan perjuangan dan ibu bagi Soekarno. Perbedan usia diantara mereka 13 tahun. Inggitlah yang setia mengunjungi dan menyemangati Soekarno selama dibui di penjara Sukamiskin. Penjara sempit dan lembab namun menjadi sejarah ditulisnya pleidoi terkenal Soekarno yang berjudul “Indonesia Menggugat”. Mereka saling berkirim surat cinta mengungkap kerinduan melalui kertas yang digulung menyerupai rokok, karena saat itu untuk menyambung hidup, Inggit berjualan rokok. Ia juga menjadi perantara dan informan antara Soekarno dan para tokoh pergerakan lainnya. Inggit juga yang dengan setia menemani Soekarno selama diasingkan ke Ende dan Bengkulu, tempat ia bertemu Fatmawati.
Isteri selanjutnya, Fatmawati adalah putri seorang tokoh pergerakan di Bengkulu yang dititipkan pada Soekarno dan menjadi teman Ratna Djuami, putri angkat Inggit. Soekarno menggambarkan Fatmawaty seorang remaja dengan rambut hitam panjang seperti sutra, yang membawa keceriaan di rumah mereka. Soekarno mengajak Fatmawaty jalan-jalan ke tepi pantai, menikmati debur pantai dan matahari terbenam. Inggit mulai mencium hubungan mereka bukan lagi seperti ayah dan anak namun sebagai sepasang kekasih. Ketika Soekarno yang saat itu berusia 41 tahun meminta ijin menikahi Fatmawaty yang baru berusia 19 tahun, Inggit memilih berpisah dan kembali ke Bandung bersama Ratna Djuami.
Tak lama setelah menikah, Fatmawaty melahirkan putera pertama mereka, Guntur Soekarnoputera yang disambut dengan amat gembira oleh Soekarno, setelah penantian panjangnya untuk memiliki keturunan. Akhirnya mereka tinggal di Jakarta. Fatmawati menemani Soekarno saat diculik para pemuda pada tanggal 15 Agustus 1945 yang diprakarsai Sukarni ke Rengasdengklok agar terhindar dari pengaruh golongan tua yang pro Jepang dan mencoba menahan untuk tak segera memerdekakan Indonesia, padahal tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu karena banyaknya korban akibat pengeboman Hiroshima (6 Agustus 1945) dengan bom bernama little boy dan Nagasaki (9 Agustus 1945) memakai bom atom bernama fat man. Hal ini menyebabkan Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan ( atau disebut vacuum power bukan vacuum cleaner yaa…^_^) Mereka memiliki lima anak yaitu Guntur, Megawati, Rahmawati, Sukmawati dan Guruh Soekarnoputera.
Berita menyerahnya Jepang didengar Sutan Sjahrir melalui radio BBC walau selalu ditutupi oleh pemerintah Jepang. Terjadi perdebatan panjang antara para pemuda dengan Soekarno dan Hatta hingga akhirnya tercapai kata sepakat untuk menyiapkan kemerdekaan Indonesia. Ahmad Soebardjo mengantarkan kembali Soekarno dan Hatta ke Jakarta menuju rumah Laksmana Maeda seorang Marsekal Angkatan laut Jepang yang bersimpati pada Indonesia. Soekarno Hatta mengundang para tokoh pergerakan terpercaya untuk bersama-sama membuat konsep proklamasi yang diketik oleh Sajuti Melik dan ditandatangani oleh Soekarno Hatta atas nama bangsa Indonesia yang diprakarsai lagi-lagi oleh Sukarni (Herannya, kenapa Sukarni tidak diangkat jadi pahlawan ya? Nama beda satu huruf dengan Soekarno tapi nasib kok beda jauh ya?) Jangan tanyakan pada rumput bergoyang dunk Ebiet, karena mereka juga ga tahu.
Fatmawati bertugas menjahit bendera merah putih. Diputuskan proklamasi kemerdekaan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945 hari Jumat jam 10 pagi bertepatan dengan bulan Ramadhan di depan kediaman Soekarno di Jl. Pegangsaan Timoer no 56 Jakarta. WR Soepratman mengiringi pengibaran bendera dengan gesekan biola memainkan lagu Indonesia Raya yang syahdu.
Oke, back to topic students ^_^. Wanita selanjutnya adalah Hartini, seorang janda dokter beranak lima. Ketika tahu anaknya sudah lima, komentar Soekarno “Wah, sudah punya anak lima saja masih cantik banget ..!” (he..he..pinter merayu memang) Mereka bertemu saat Soekarno berkunjung ke Salatiga. Pulang ke Jakarta, Soekarno tak bisa melupakan senyum Hartini. Maka Soekarno mengirimkan surat cinta secara rahasia melalui kurir pribadi terpercaya dengan nama samaran Srihana dan memanggil Hartini dengan nama Srihani. Ketika menikahi Fatmawati, orang masih maklum karena Ibu Inggit sudah tua dan tidak mampu memberikan keturunan. Namun ketika menikahi Hartini, menjadi tamparan keras bagi berbagai organisasi kewanitaan di Indonesia yang sedang menggelindingkan wacana anti poligami. Perkawinan Soekarno dan Hartini menimbulkan polemik di masyarakat. Bu Fatmawati memilih keluar dari istana sebagai bentuk protes dan tinggal di sebuah rumah di Jalan Sriwijaya serta bersumpah tak akan menginjakkan kaki ke Istana Negara lagi. Dan beliau konsisten dengan sumpahnya, ketika Presiden Soekarno wafat, Bu Fat tidak terlihat di Istana untuk memberikan penghormatan terakhir pada suaminya, hanya mengirimkan karangan bunga. Keinginannya agar jenazah Soekarno dikirim ke Jl. Sriwijaya kediamannya, ditolak oleh Presiden Soeharto.
Hartini adalah tipikal wanita Jawa yang lemah lembut, pinter masak (sayur lodeh dan sambelnya yahud, kata Soekarno), penyabar, hebat di ranjang (menurut Soekarno yang diceritakan pada beberapa orang kepercayaannya. Buat yang belum 17 tahun, lewatkan kalimat ini ya. Awas kalo ngintip! ) Hartini juga wanita yang nerimo (karena selama jadi isteri presiden, hanya sekali ke Istana Negara ketika mendengar Soekarno menikah lagi dengan Haryati, yang disebut pers sebagai ” Versi Hartini dengan cetakan yang lebih muda” (memangnya kue lapis apa? pake dicetak segala, huh! ) dan pengertian, karena ketika menerima lamaran Soekarno ia mensyaratkan Soekarno harus tetap menjadikan Fatmawati sebagai isteri pertama dan merelakan dirinya menjadi isteri kedua. Bandingkan, dengan perempuan jaman sekarang, sudah menggoda suami orang, matre, masih juga menyuruh menceraikan isteri pertama yang sudah berbuntut. Dasarrrr!! :(( Dari Hartini, Soekarno memiliki dua putera, yaitu Taufan dan Bayu, namun salah satunya sekarang sudah meninggal dunia)
Soekarno mengakui kehebatan Hartini sebagai isteri yang ideal dan mampu diajak bertukar pikiran. Sebagai janda dokter, Hartini memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi. Berbakti pada suami, yang dibuktikannya saat Pak Karno sakit keras, Hartinilah yang setia mendampingi hingga Rahmawati yang semula benci, mengakui kelebihan ibu tirinya ini dan menjadi sayang. Soekarno berpesan, agar saat meninggal Hartini dimakamkan di samping makamnya di Blitar.
Istri ke empat adalah si jelita Madame de Syuga alias Naoko Nemoto. Si cantik berkelas ini sebelumnya seorang agen asuransi dan berasal dari kalangan bawah sebelum akhirnya menjadi seorang geisha yang biasa menemani para pejabat tinggi dan kalangan jet set di sebuah kelab bergengsi di Tokyo. Seorang pengusaha Jepang memperkenalkan mereka berdua. Soekarno langsung tertarik pada kecantikannya dan mengundang Naoko berlibur ke Bali yang ditemani secara pribadi oleh Presiden. Ketika mereka menikah, orang tua Naoko terkejut lalu memutuskan untuk bunuh diri demikian juga dengan abangnya memilih ber-harakiri dengan samurai karena tak terima adiknya dinikahi seorang presiden negara miskin dan hanya sebagai istri muda, itu dianggapnya sebagai penghinaan nama keluarga. Sungguh pengorbanan yang besar bagi Ratnasari Dewi, nama yang dipilihkan Soekarno untuk istri made in Japan ini. Mereka dikarunia seorang puteri cantik bernama Kartika Sokarnoputeri, yang terakhir kabarnya menikah dengan seorang bankir sukses dari Belanda. Sekarang, Dewi Soekarno tinggal di Paris, sebagai bagian dari kalangan jet set di negeri romantis itu. (Waduuh..kapan ya saya bisa menikmati segelas capuccino dan sepotong tiramisu dalam genggaman tangan dan pandangan memabukkan dari belahan jiwa, di bawah Menara Eiffel dengan temaram lampu taman kota Paris di musim semi yang menawan. So sweet….. ^_^)
Wanita ke lima yang mencuri hati Soekarno adalah Haryati. Namun tidak banyak informasi tentang beliau, selain sempat disinggung Cindy Adams, penulis buku ” Soekarno Penyambung Lidah Rakyat” saat menemani Soekarno ke Bali untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi, ternyata Haryati sudah diterbangkan terlebih dulu dan menunggu di Bali. Selain itu, Haryati juga pernah di damprat Ratnasari Dewi karena dianggap tidak mau merawat Soekarno yang sedang sakit keras.
Dewi adalah isteri kesayangan Bung Karno. Sebuah issue berhembus dari orang yang ditugaskan untuk membunuh Soekarno saat malam G 30 S/PKI, bahwa sebenarnya Soekarno juga menjadi target pembunuhan PKI selain para jenderal. Telah disusun skenario rapi, bahwa malam berdarah 30 September 1965 itu, semua pejabat yang menjadi sasaran pembunuhan dipastikan berada di rumah masing-masing karena mereka diundang menghadiri sebuah acara penting pada keesokan harinya. Karena itu hampir semua jenderal terbunuh kecuali Pak Nasution yang berhasil melarikan diri walau harus kehilangan puteri bungsunya yang berusia 5 tahun, Ade Irma Suryani yang tewas tertembak sebagai martir. Presiden Soekarno malam itu juga dipastikan tidur di Istana Negara, namun ajudan kepercayaannya mengabarkan kalau Bu Dewi ngambek karena malam sebelumnya merupakan gilirannya untuk ditengok di Wisma Yaso namun karena kesibukan, Pak Karno lupa.
Maka, wanita cantik ini mengajak isteri seorang pejabat “dugem” di kelab malam Hotel Indonesia. Mendengar laporan sang ajudan, berangkatlah malam itu Pak Karno ditemani Sang Ajudan secara sembunyi-sembunyi, menyusul ke Hotel Indonesia menjemput Bu Dewi dan membawanya pulang ke Wisma Yaso. Maka, secara tidak langsung, Bu Dewi menyelamatkan Pak Karno dari rencana pembunuhan karena malam itu, Pasukan Cakrabirawa yang telah terkontaminasi PKI mencari Pak Karno dan beliau tidak ditemukan di bagian manapun di Istana Negara! ( Bravo Bu Dewi ! plok..plok..plok..^_^ ). Karenanya, Pak karno pernah berpesan untuk menguburkan Dewi seliang kubur dengannya jika telah meninggal. Tapi sepertinya ini tak akan terwujud, karena Blitar dan Paris terpisah jarak yang sangat jauh, ya kan?
Kembali ke laptop! Isteri selanjutnya bernama Yurike Sanger, seorang ABG kelas dua SMA berusia 16 tahun yang menjadi bagian dari Barisan Bhineka Tunggal Ika. Yurike seorang gadis pemalu keturunan Indonesia Timur. Ketika ditanya namanya, dan menjawab Yurike, Pak Karno berkata ” Namamu Yuri saja ya, lebih Indonesia! Tidah usah pakai Ke, jadi kebarat-baratan.” Yurike tak pernah menyangka kalau Presiden Soekarno apel ke rumahnya. Ayah Yurike juga mengira yang dia hadapi adalah ajudan presiden. Pada Yurike, Presiden Indonesia yang flamboyan ini berjanji menjadikannya isteri terakhir.
Soekarno adalah seorang pengagum keindahan, khususnya wanita-wanita cantik. Ini diakuinya pada Cindy Adams. Selain itu, beliau penuh perhatian, romantis dan jago menulis puisi cinta, yang bisa membuat hati wanita berbunga-bunga. Namun, mungkin karena terlalu banyak istri yang menyita pikiran, tenaga dan perasaan membuat beliau kurang fokus mengurus rakyat dan negara seperti cita-citanya di masa muda. Satu hal lagi, semakin berumur Pak Karno semakin muda usia wanita yang dinikahinya. Apakah ini bentuk dari rasa kurang percaya diri atau terkena sindrom takut tua? Hanya beliau yang bisa menjawabnya.
Kesimpulannya saudara-saudara! Sesempurna apapun seorang wanita tak akan pernah cukup bagi seorang pria yang terlalu menurutkan kehendaknya. Karena itu, diperlukan rem untuk menahan diri, yang membuat seseorang bersyukur pada pasangan yang dimilikinya, walaupun memiliki kekurangan. Dan selama kekurangannya masih dalam tahap bisa diterima dan ditoleransi, kenapa tidak?
Semoga kisah ini bisa menjadi cermin bagi para pembaca. Amiin.


April 26th, 2010 at 08:37
pria hebat selalu memiliki perempuan cantik…heheh..
**closing statmentnya manteb juga tuh..**
salam kenal, terima kasih telah berkunjung..
April 26th, 2010 at 08:40
thank u juga sudah berkunjung di blogku *masih perlu banyak belajarrr nih dari senior hehe..*
April 26th, 2010 at 09:30
Real playboy pada jamannya. saluuuut
April 26th, 2010 at 09:41
huebat bener tokoh idola yg satu ini,
thank’s banyak ya…
tdnya aku ga tau sebanyak itu wanita2 yg prnah mjdi pendamping Hidup BUng Karno,
tryt kisah cintanya begitu unik…
bravo BUNG KARNO…^,~
Tq buat Penulisnya ..sukses ya..;)
April 26th, 2010 at 09:53
tq juga telah berkunjung salam kenal yaa ^_^
April 26th, 2010 at 10:07
wah ternyata Soekarno memang hebat. banyak beredar kisah beliau dengan para wanita. sampai-sampai Kennedy memperkenalkannya dengan marilyn moenroe…the real womanizer
April 26th, 2010 at 10:11
iya sih, denger gosip itu juga, tapi karena masih diragukan kebenaran dengan terpaksa tak tertulis di sini
April 26th, 2010 at 10:18
mantapz cerita history nya ,..
lain kali cerita wanita-wanita cantik di sekeliling Soeharto donk!!
April 26th, 2010 at 10:27
Soekarno melakukan poligami secara terbuka, sementara Soeharto terlalu banyak rahasia yang tertutup tirai jadi….. saya tidak berani menulis tanpa sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
April 26th, 2010 at 11:12
Tidak hanya pandai di bidang politik, dan disegani oleh negara2 adidaya waktu itu. Tetapi juga pandai memikat wanita ya… (ini suatu kelemahan atau kelebihan ya ??)
salam kenal
April 26th, 2010 at 11:19
Nice post…
Salut sama tulisanya…Kerenz
April 26th, 2010 at 11:27
wah ternyata Soekarno istrinya byk bgt ya..
baru tau saya, kirain ga sebanyak itu..
tulisannya keren mba..
April 26th, 2010 at 11:32
Saya bangga Indonesia punya negarawan seperti Bung Karno…blm ada yg bisa menyamai beliau…cermin kejujuran khas Indonesia…moga2 ada lagi pemimpin seperti beliau…bangga akan Indonesia…
April 26th, 2010 at 11:39
buat pashalia n Minceu : thank u dear, salam kenal juga yaah ^_*
April 26th, 2010 at 12:46
Sebagai tokoh yg mempelopori perjuangan bangsa, kisah ttg wanita-wanita Soekarno adalah suatu hal yg sebenarnya memprihatinkan. kalo kita sedikit berpikir rasional, maka kita tak akan pernah menjadikan Soekarno ini adalah seorang teladan. Kawin terus, gonta ganti pasangan, adalah kebiasaan raja-raja jaman dulu. Dan yg lebih memprihatinkan, Megawati dalam pidatonya selalu mengagung-agungkan Soekarno, padahal dulu ibunya dibuat sakit hati gara2 kawin lagi. Nggak rasional……….
April 26th, 2010 at 13:04
ehem…. mesti komentar apa ya….. di satu sisi perjuangan Soekarno untuk kemerdekaan Indonsia sungguh luar biasa…. tapi setelah mengetahui begitu banyak wanita-wanitanya…… koq….
April 26th, 2010 at 13:28
aku juga pengen punya istri banyak dan cantik (he.. he…)
April 26th, 2010 at 13:37
hehe..keinginan wajar semua laki-laki yang mw jujur ^_^
April 26th, 2010 at 13:38
keren posting nya selama ini yang aku tahu cuma 2 aja fatmawati dan dewi sukarno ternyata …
April 26th, 2010 at 13:40
Nobody’s perfect setidaknya beliau tidak korupsi yang lebih menghancurkan bangsa
April 26th, 2010 at 14:05
cba telaah tentang poligami ….. dari dulu nabi2 udah poligami …. yg penting bisa atur nafkah lahir bathin ….
April 26th, 2010 at 14:25
Aduh gk nyangka romantis gitu bapak. Presiden RI-1. Semua wanita cantik dikagumi & dijadikan istrinya! apa masih ada yang lainnya yach????? Kami seluruh rakyat Indonesia Bangga mempunyai Presiden Yang Berwibawa dan berkharisma. Sungguh Bapak. tidak ada duanya diindonesia.
April 26th, 2010 at 14:27
dulu saya bingung karena teman SMA saya yg beragama non islam mengaku anak cucu presiden soekarno tetapi setelah membaca tulisan ini saya langsung “paham”
April 26th, 2010 at 14:30
Soekarno pribadi yang menarik
Pribadi yang menyukai wanita dengan jiwanya
Pribadi yang memajukan bangsa dengan hati dan pikirannya
Bila poligami adalah kekurangannya
Maka itu tak sebanding dengan sumbangsihnya pada Republik ini!!!!!
April 26th, 2010 at 14:34
Puas banget saya baca kisah ini
Keren bangettt deh he..he….
April 26th, 2010 at 15:02
ternyata pak karno buanyak banget istrinya,kalo di Islam poligami maksimal 4, pak karno istrinya 6 weleh -weleh…..
April 26th, 2010 at 15:20
Bacanya bikin saya begidik. Terlalu menyeramkan.
Saya harap saya tidak bertemu dengan pria seperti itu.
Sebagai wanita, saya marah.
April 26th, 2010 at 15:24
Sebagai rayat indonesia yang baik,perfikir yang matang jangan menilai yang kurang.sebagai bapak proklamator indonesia,bung karno ingin mempersatukan indonesia seperti sumpah palapa.Berbeda beda tapi tetap satu.kita tidak tahu apa yang bung karno fikirkan dgn para istrinya yg terdahulu.bisa jg mereka ( para istrintya ) itu sumber insfirasinya pada saat indonesia dalam keterpurukan.contoh..banyak karya seni yg timbul atau terwujud,seperti tugu monas dengan karya seni yg sangat menakjubkan.kita lihat puncak monas bentuknya seperti wanita yg sedang duduk bersolek dan banyak lg lukisan2x lainnya.
April 26th, 2010 at 15:30
betul, setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan, pada kenyataannya semua isteri beliau masih tetap menyayanginya hingga akhir hayat
April 26th, 2010 at 15:30
thank you anny, salam kenal ya ^_^
April 26th, 2010 at 15:37
Dalam hal ini siapa ya yang harus disalahkan, laki-lakinya yang mata keranjang atau wanitanya yang merasa beruntung dipersunting oleh orang terkenal, walaupun menjadi istri yang kesekian.
April 26th, 2010 at 15:47
aacchhh …menurut gue ..kalau posisi gie jadi presiden gue lebih hebat dr dia dlm hal lady killer..lha janda istri orang aja diembat (Bu Garnarsih) …anak sma Yurike diembat (yg tentunya hebat dpt presiden ) ..geisha Naokko juga (tau artinya geisha itu wanita penghibur/hostess di bar kalau sekarang ) jadi ilmunya ttentang cewek sama gue sih cemen-2 aja ..gue rakyat biada umur pas 44th dpt mhsiswi umur 23 kawin 2 th pernah ……heheheh..anyway ceritanya lucu aja..gak perlu dicontoh..kalau presiden mau bini 25 cewek bisa..kayak kepala suku di afrikaa…
April 26th, 2010 at 16:25
Wah…cerita sejarah dilihat dari sudut pribadi pelakunya, Bung Karno, memang sangat menarik. bener bener lengkap ceritanya dan nggak dibumbu bumbui..salut buat yang nulis: lengkap, akurat dan menarik tentunya…salam kenal-
April 26th, 2010 at 16:29
“penyakit” founding father inilah yang ditiru oleh yahya zaini dan lurah klaten. bedanya RI-1 menikah, yang dua lainnya berzinah…
April 26th, 2010 at 16:39
kalo ngak salah, istri yg resmi ada 9, dan yg ngak resmi (byk), dulu tempo pernah mengulas soal istri2 Pak Karno. Tapi yg jelas, Bung Karo pantas jadi idaman setiap wanita, senyum dan wibawanya mampu membuat setiap wanita bertekuk lutut….hehehe
April 26th, 2010 at 17:00
sesungguhnya soekarno tak kuasa menahan diri..
beliau memang sosok kharismatik.
sehingga orng laen byk yg simpati pdny,
apalagi wanita…
soekarno jd korban kehebatan dirinya.
dan ad lg istri soekarno yg misterius yg gk byk orng tau
April 26th, 2010 at 17:10
wiihh ternyata Soekarno tukang “SLI”ya…kok bs jadi idola ya….??
April 26th, 2010 at 17:19
Penelitian dr asing, semakin tua monyet lbh suka monyet muda…
April 26th, 2010 at 17:26
Tidak hanya pandai di bidang politik, dan disegani oleh negara2 adidaya waktu itu. Tetapi juga pandai memikat wanita ya
April 26th, 2010 at 17:36
Waaah, masih jauh menjadi seperti Soekarno. Cewek satu aja belum punya. hahaha
April 26th, 2010 at 17:37
Pak Karno dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah manusia yang tau apa yang dikerjakan dan apa yang diinginkan serta bagaimana mewujudkannya,waktu hidup yang singkat telah dioptimalkan beliau.
Saya iri dengan kemampuan beliau.
April 26th, 2010 at 17:47
aku yakin yang ketahuan cuma itu nah….yang ga ketahuan pasti lebih banyak..ckckckck hebat apa keterlaluan yo ????
sama sekali ga respect tuh..!
April 26th, 2010 at 17:50
Waaah, masih jauh menjadi seperti Soekarno. Cewek satu aja belum punya. Apalagi ada orang Jepang juga. hahaha
April 26th, 2010 at 19:08
hallo bung…
“sekali merdeka-tetap merdeka, sekali mencuri-tetap mencuri”, sekali poligami-TETAP POLIGAMI.”
Ga bener lagi kalau pahlawan tidak dapat
menahan nafsu kesenangan dirinya sendiri.
Bukan cerminan seorang pahlawan yg baik.
April 26th, 2010 at 20:35
Lengkap bener nih… puas banget deh ceritanya…thanks atas info nya….
April 26th, 2010 at 23:16
Anaknya Hartini itu Taufan dan Bayu, Mbak.
April 26th, 2010 at 23:20
Anaknya Bu Hartini itu Taufan dan Bayu, Mbak.
April 27th, 2010 at 00:50
Soekarno memang sosok hebat, penakluk hati wanita..!!si arjuna cinta..!!
April 27th, 2010 at 01:08
wuah berarti anak cucu Soekarno banyak donk,..bukan dari fatmawati aza,…
April 27th, 2010 at 02:29
Laki-laki hebat untuk perempuan-perempuan hebat…
April 27th, 2010 at 03:11
if you judge people, you have no time to love them…klo aku sih it’s doesn’t matter ,berpikir positif aja tiap org py prinsip hdp sendiri2,baik menurut kt blm tentu baik buat org lain,Bung Karno org cerdas dia tahu apa yg terbaik buat dia,klo ada yg gk suka jgn ditiru tp lht jg sisi baiknya yg mgkn bs kita tiru,everything is depend of each person..thanks a lot …
April 27th, 2010 at 07:48
Inilah ciri-ciri pria yang normal…dia mencintai wanita bukan pria ….tul ? Saya juga sebenarnya satu tipe dengan Soekarno, cuman modalnya ga cukup n masih STI…….wkwkwkwkw cret.
April 27th, 2010 at 07:55
tq ya infonya dah lupa ^_^
April 27th, 2010 at 09:20
stuju banged sama dendis maharani…. setiap org berhak utk menentukan hidupnya masing2, poligami atau tidak, itu bukan urusan kita, selagi dia mencintai rakyatnya, itu masalah pribadi beliau, apapun beliau, adalah sosok yg unforgetable utk bangsa ini..
we love soekarno …
April 27th, 2010 at 09:35
..terimakasih untuk tulisannya, beliau tetap idola saya, lebih banyak baiknya daripada buruknya, lebih banyak memberi untuk negara tidak lebih banyak mengambil dari negara, dalam hal kesukaannya pada wanita cantik jujur tidak jaim, …lebih dari lima belas tahun dengan Ibu Inggit yang usianya tiga belas tahun diatas beliau tanpa dikaruniai anak itu juga patut kita perhatikan….demikian, mengingat kiprah beliau dalam kelahiran bangsa ini ambil kelebihannya kita ma’afkan kekurangannya…salam.
April 27th, 2010 at 09:58
Apanya yang hebat ? Kalau jabatan gue presiden, punya kekuasaan, punya uang, pokoknya semua fasilitas gue punya buat mendukung kelakuan gue yang kegatelan sama perempuan, ya tentu aja guepun bisa punya bini dan simpenan banyak. Buktinya Idi Amien. Sebagai cowok do’i lebih keren sedikit dari monyet, tapi istrinya lebih banyak dari Soekarno. Wong sampe nggak semua anaknya dia hafal namanya! Dan dulu waktu sekolah Soekarno pernah juga naksir sama cewek bule. Nyatanya dicuekin tuh !
April 27th, 2010 at 10:05
GUT!!! gilee yee pak KArno tuh Cassanova abisssss
April 27th, 2010 at 10:30
Great posting! Jadi pgn belajar sejarah Indonesia lagi :p
April 27th, 2010 at 10:52
Tak punya niat untuk menjelek2kan Soekarno, karena bagaimanapun beliau adalah bapak bangsa yang sangat berjasa bagi negara ini. Tapi seumpama waktu itu tak begitu banyak wanita yang diambil, kan lebih fokus pada program untuk mensejahterakan rakyat, karea bagaimanapun pasangan hidup itu ikut memberi pengaruh pada apa yang kita lakukan dan pikirkan
April 28th, 2010 at 23:59
harta, tahta dan wanita…
itulah laki2 hidupnya tak akan jauh dari ketiga masalah pokok itu…
wanita itu memang mahluk spesial, aneh dan tannguh.
April 29th, 2010 at 11:49
Sukarno jga manusia, yg p
enting nikahnya sah tidak ada yg lebih empt kan dalam ikatan resminya..
April 29th, 2010 at 14:03
walo singkat tp lengkuep banget, kek abis baca bukunya.. hehe.. thanks ya, jd lbh tau sekarang..
Mei 1st, 2010 at 09:55
harta, tahta, wanita, durjana, merana, neraka
Mei 11th, 2010 at 11:02
Ass wm wb. Waaahhh…. Hebat hebring euyyy….. Tulisanya. Salam kenal dari Palembang.
Mei 11th, 2010 at 13:42
Salam kenal juga dari saya
semoga bermanfaat ya
Mei 12th, 2010 at 10:14
wah… salut… jarang-jarang nemu tulisan tentang ibu inggit. rumah kost soekarno kan di sebelah pascal hyperpoint. jl. H.Abdurrahim
Mei 15th, 2010 at 06:29
Makasih ya rh, juga infonya tentang rumah kost Soekarno, dicari ah…
Mei 25th, 2010 at 12:25
Thank you buat sharingnya. Bagus dan lengkap. Jadi tahu secara menyeluruh tentang wanita-wanita di sekitar Soekarno.
Bravo.
Nopember 4th, 2010 at 09:48
Semwa laki2 pastilah suka perempuan2 cantik, jadi wjr aja soekarno bgt, dia tetap pahlawan (pahlawan cinta hehe)
Nopember 21st, 2010 at 20:28
sumpah gw kagum BGT ma bung karno
wajar banget bung karno poligami toh dia mang mampu
dan istri2 nya dapet perhatian semua
klo laki 2 zaman sekarang ????????????????
Nopember 21st, 2010 at 22:11
Kalian semua harus baca link yg ada di tempo online.. Ternyata yurike sanger bkn yg terakhir.. Masih ada Kartini Manoppo dan Heidy Djafar (ibu dari Maya Ari Sigit Soeharto)..
Saya sama skali td menganggap, bahwa hal ttg wanita2 BK ini sesuatu yg perlu dihujat.. Namun saya agak kecewa, dengan kenyataan bahwa masih ada 2 wanita lagi setelah yurike, sementara dr literatur yg pernah sy baca.. BK pernah berjanji pd Yurike bahwa ia akan menjadi istrinya yang terakhir.. ??(??_??) sungguh janji seorg laki-laki terutama pemimpin sebesar BK, seharusnya harus ditepati.. Wallahualam..
Nopember 22nd, 2010 at 21:41
kaya orang less confidence aja,unsecured
Nopember 26th, 2010 at 01:52
Ternyata beliau seorang pujangga juga yaaa…
Koment ku:
Walaupun Beliau Banyak istri itu tidak masalah bagi ku..karena pria hebat selalu memiliki perempuan cantikheheh..
Yang Positif wajib kita pelajari seperti sifat Kharismatik nya,idealisnya,dll
Yang Negatif pain harus di ambil,seperti di atas membahas tidak “rasional”
Soekarno adalah Seorang Panutan yang patut untuk di contohi sikap Kepemimpinan nya.
Terima kasih
Desember 8th, 2010 at 09:56
mantap postingannya gan….
salam kenal ya……..
check it out.. KUNJUNGI JUGA INI YA
BLOG SAYA
Januari 3rd, 2011 at 15:57
terima kasih postingannya ya..
salam kenal…
kunjungi HaLamAn kAMi ok!!
Januari 13th, 2011 at 10:33
kurang atuh, msh ada kartini manopo & Heidy Djafar, Hebat BK mah, saluuutt … Tks Amatamorgana.
Februari 2nd, 2011 at 16:51
Maaf, sebagai blogger, Anda memang sudah mencoba menggali banyak informasi untuk menulis. Namun ada banyak detil dan informasi yang tidak akurat atau dikutip secara tidak memadai. Khususnya mengenai Oetari Tjokroaminoto, Haryati Soekarno, Hartini Soekarno dan Naoko Nemoto (Ratna Saridewi Soekarno). Mungkin di kesempatan lain harus lebih teliti dan riset.
April 12th, 2011 at 04:17
soekarno gila seks
April 16th, 2011 at 00:00
biasalah klo lelaki pintar dan punya kekuasaan uah ujung2nya wanita….bravo bung karno!!!
April 20th, 2011 at 21:11
hebat itu nama nya pejantan tangguh… boleh niru, asal otak dan kemampuan kita harus sama dengan founding father kita.bagaimanapun juga beliau adalah pahlawan, tetap kita hormati dan kita banggakan.
tentu segala sesuatu mesti ada asbabun nuzulnya, lha kenapa BK menikahi banyak wanita? yang jelas bukan hanya hasrat sexs saja, tapi ada maksud di balik itu….ok thanks , sukarno is the best…
Mei 2nd, 2011 at 20:05
trima kasih bapak guru bangsaku, selain keadilan yg kau brikan kpda rakyat. Trnya kau jg trapkn keadilan itu kpda wanita….
Ya salaaammm…
Juni 3rd, 2011 at 09:55
pernah baca juga sih cerita tentang sukarno. Bayangkan berapa biaya yg dikeluarkan oleh negara yg saat itu masih miskin untuk membiayai semua wanita2nya jalan2 n belanja ke luar negeri, fasilitas hidup macam rumah beserta segala isinya. SEandainya saat itu sudah ada mail merge, pasti sukarno bisa pake untuk menulis cukup satu surat gombal ke semua wanita2nya, karena selain yg di tulis di atas, masih banyak lagi wanita2nya berceceran dan tidak di tulis dalam sejarah. Tanpa mengabaikan jasa2 beliau terhadap bangsa, saya tetap tidak suka kelakuan beliau terhadap wanita.
Juni 9th, 2011 at 09:25
lengkap nih kisah cinta soekarno, bener2 gak nyangka sebanyak itu…
Juni 9th, 2011 at 09:26
komplit nih ceritanya, makasih yaaa
Oktober 18th, 2011 at 13:57
coba waktu itu udah lahir, mungkin dah dipersunting pak karno.. hehehe
Oktober 18th, 2011 at 13:59
coba waktu itu dah lahir, dah jadi istrinya juga mungkin … hehehe
Maret 9th, 2012 at 08:51
hm…
soekrno pahlawan kemerdekaan dan pahlawan wanita…
artikel lainnya di tunggu ya….
fighting….
April 8th, 2012 at 23:04
kuncinya “ketenangan pikiran”, soekarno mampu berpikir untuk negara. dan ketenangan itu di peroleh dari kesenangannya dengan perempuan….
sama aku juga tak dpt berpikir jernih kalo pikiran tidak tenang….
dengan perempuan aku bisa tenang……..
Juni 1st, 2012 at 19:54
lah…heldy djafar kan isterinya juga. kok tidak dibahas?
Juni 6th, 2012 at 11:33
iya waktu nulis belum tahu
tanks ya tambahannya