Perguruan Tinggi ‘Idaman dan Favorit’ Mahasiswa

2 May 2010

Perlahan, aku keluar dari bus kampus berwarna hijau lumut yang dikemudikan Pak Karyono. Sambil menyungging senyum, mengucap terima kasih lalu keluar dari dalam bus dengan riang gembira. Voila..! Ini mimpiku, belajar di perguruan tinggi terbaik, perguruan tinggi idaman semua mahasiswa se-Indonesia. Terletak di kaki Gunung Merapi yang tenang dan asri.

Bagaimana tidak ? Di gerbang kampus engkau akan disuguhi pemandangan hijau berbagai jenis pohon buah yang ditanam di halaman kampus yang luas. Pernahkah kau mendengar buah kecapi, kesemek, ello, buni, juwet si anggur Jawa, dan berbagai macam pohon buah langka yang hanya kau dengar dari cerita nenek di waktu kecil sebagai pengantar tidur atau kau baca dari buku? Tapi di sini, semua pohon buah langka itu tertanam subur dan berbuah lebat. Ada pula pohon gaharu, cendana, serta dewandaru. Ditingkahi burung-burung pipit, jalak dan murai batu yang terbang bebas sambil berkicau mendendangkan lagu gembira tentang hidup yang damai. Tak heran jika di hari Minggu kampus kami bertambah fungsinya sebagai tempat pembelajaran dan rekreasi masyarakat. Kampus kami ramah bagi siapa saja, bukan menara gading yang tak tersentuh dan sibuk hidup dalam dunia sendiri.

ponds2Angin bertiup sepoi, udara sejuk, aku duduk di saung yang dibangun di beberapa tempat di taman tempat para mahasiswa belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas atau sekedar beristirahat melepas penat. Di tengah pelataran, terdapat telaga kecil yang dikitari jogging track dengan gemericik air mancur yang menjadi terapi emosi. Beberapa pasang angsa bercengkrama di tengah danau diselingi kecipak ikan-ikan mas koi yang berenang dengan lincahnya. Pemandangan yang memanjakan mata siapa saja.

Di tengah lingkungan kampus berdiri megah masjid Al Biruni yang kokoh , tenang dan bersih. Tiap adzan jamaahsholat2berkumandang, akan kita saksikan para intelektualitas muslim ini bergegas melaksanakan sholat berjamaah tepat waktu untuk mengikat tali ukhuwah Islamiyah. Dari rektor, dekan, ketua jurusan, dosen senior dan junior, mahasiswa hingga para petugas kebersihan bersatu padu mengagungkan asma-Mu. Bukankah kekuatan muslim terletak pada eratnya tali persaudaraan, sehingga beratnya tugas dan mimpi yang ingin digenggam dapat dijalani dengan semangat? Persaudaraan yang erat itulah yang membawa Islam pada masa kejayaan pada era Nabi Muhammad, para Khalifah dan Kesultanan Turki Ottoman.

Setelah sholat, masjid akan dipenuhi para mahasiswa yang berdiskusi tentang mata kuliah yang baru dipelajari, merancang tugas dan program yang akan mereka laksanakan pada masyarakat sekitar sebagai laboratorium ilmu dan bukti pengabdian. Inilah perguruan tinggi favorit Indonesia, yang tak hanya mengembangkan tradisi ilmiah yang mencerdaskan akal namun juga pengembangan ruhaniyah untuk membangun jiwa, sehingga menjadi intelektual yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri , masyarakat dan Tuhan. Jujur dalam menghasilkan skripsi, thesis dan disertasi. Memiliki kepedulian sosial yang tinggi sehingga tak hanya mengejar karir pribadi namun juga turut memikirkan masalah dan mencari solusi bagi negeri.

Mahasiswa, calon penerus bangsa, harus dekat dengan masyarakat, karena perguruan tinggi bukan sebuah sanctuari melainkan kawah candradimuka, yang akan membantumu dewasa dalam berpikir, berbicara dan bertindak. Karenanya bersentuhan dengan rakyat adalah sebuah kewajiban dan bagian dari pembelajaran.

Para dosen kami yang cemerlang dalam keilmuwan, yang bersahaja, namun penuh kegairahan memberikan ilmu dan membentuk karakter kami menjadi manusia yang berderajat tinggi penuh empati. Di manapun mereka berada, sedang di dalam maupun luar negeri selalu berkomitmen, menyempatkan menanyakan pemahaman kami, mendorong menyelesaikan tugas dan skripsi Mereka mudah dihubungi dan memberi reaksi cepat yang dibutuhkan. Melalui sms, telpon atau internet. Mereka pribadi yang penuh tanggung jawab, profesional, dan berdedikasi untuk menggembleng kami. Tak ada alasan apapun, untuk tak bisa berdiskusi dan berbagi.

Di seberang taman, terdapat kantin kampus yang bersih dan menyajikan makanan sehat dan terjaga kehalalan maupun kelezatan rasanya. Para pekerja kantin adalah para mahasiswa dari jurusan kuliner dan gizi yang belajar bertanggung jawab mengembangkan usaha. Mereka yang mengelola kantin, menyusun menu, mengelola keuangan dan membayar karyawan yang adalah para mahasiswa pula yang berasal dari kalangan tak mampu namun cerdas dan punya keinginan untuk maju, mendapat gaji sebagai biaya kuliah .

Bagi mahasiswa berotak cemerlang namun dari kalangan tak mampu akan mendapat program beasiswa, yang sumber dananya didapat dari para alumni, perusahaan nasional dan multi nasional serta para pengusaha yang peduli pada peningkatan mutu pendidikan. Beasiswa dapat berupa ikatan dinas atau seperti yang sedang in di Amerika sistem sponsorship, dimana penerima beasiswa harus rajin berkarya menulis jurnal, dan menyertakan sang penyandang beasiswa dalam tulisan sebagai bentuk penghargaan. Sistem ini telah sukses diterapkan di Amerika dan mulai dirintis seorang rektor perguruan tinggi Islam. Selain itu, mahasiswa penyandang beasiswa dapat bekerja di kampus sebagai perintisan karir dan eksistensi.

Dibangunlah asrama untuk mahasiswa dan mahasiswi terpilih. Mereka akan digembleng secara akademis, ruhani dan pembentukan karakter agar siap menjadi pemimpin tegas dan visioner untuk membangun negeri. Asrama ini, dibangun terpisah jarak yang jauh agar terjaga dari perbuatan yang tak diinginkan, karena semua penghuni telah berkomitmen menjaga aturan. Kau takkan temukan dua insan berlainan jenis berada di depan kamar masing-masing karena ketatnya penjagaan dan beratnya sanksi yang harus dihadapi. Tak ada toleransi untuk perbuatan yang merugikan diri sendiri.

perpusTahukah kawan, saat engkau masuk ke perpustakaan kampus kami yang cozy, akan kautemukan lautan ilmu yang tak habis kau reguk. Ratusan ribu buku bermutu dari berbagai penjuru, berjajar rapi menunggu engkau baca. Dari sastra sampai rumus rumit kimia, dari biografi, puisi, kajian Al quran hingga hukum negara dan agama. Dari novel sastra yang membuatmu terharu, puisi Rumi yang anggun hingga buku lelucon untuk menyegarkan isi kepala. Berbagai jurnal internasional, hasil penelitian yang dipublikasikan dari jaman dulu hingga terbaru dapat kau pinjam gratis di sini, dari buku dengan kertas tebal hingga perpustakaan digital, lengkap tersaji di situ free of charge! Satu syaratnya sebagai mahasiswa, peliharalah buku itu dengan seluruh tanggung jawabmu seolah-olah ia kekasihmu.

campus-building-group-annunciation-monastery-chapel-interior-university-of-mary-largeKampus kami tentu saja berkonsep green campus. Ruang perkuliahan sengaja dirancang dengan tema ramah lingkungan, ruang perkuliahan dirancang dengan jendela besar berbukaan lebar untuk mengurangi penggunaan AC dan lampu, namun tak mengurangi kenyamanan dan kekokohan. Atap berlapis panel surya, untuk menangkap sinar matahari yang berlimpah di siang hari sebagai sumber energi. Toilet dan tempat wudlu di masjid dirancang agar air buangan dapat langsung didaur ulang, mengisi telaga dan juga menyirami pohon dan tanaman. Tak boleh ada air terbuang sia-sia.

Semua tempat sampah yang begitu mudah ditemui di lingkungan kampus telah terbagi atas tempat sampah organik, non organik dan recycle. Semua mahasiswa dengan kesadaran sendiri tak membuang sampah sembarangan, karena tingginya denda jika ketahuan. Sampah-sampah itu telah ditempatkan di wilayah khusus yang jauh dari kampus, berdiri tersendiri, dimanage mahasiswa untuk menjadikan sampah sebagai barang berguna dan menghasilkan dana. Sampah diolah khusus oleh mahasiswa sebagai kerja sampingan, yaorganik dijadikan kompos untuk pupuk pohon di taman-taman juga dijual dengan harga murah pada masyarakat sekitar. Yang nonorganik dijual keluar, untuk daur ulang. Lumayan kan, menghasilkan pendapatan?

Yang tak boleh terlupakan adalah, kampus harus memiliki amphiteater dengan sarana soundsystem yang mantap, tak perlu terlalu megah tapi cukup bagi kami untuk melakukan pementasan kesenian di setiap akhir pekan. Karena kami butuh makanan jiwa yang hanya bisa terpenuhi melalui kegiatan menikmati dan mengapresiasi seni, dari festival seni, monolog, teater, drama, pertunjukan musik, musikalisasi puisi, atau pameran instalasi. Mampu berkesenian juga menjadi pertanda jati diri dimana kita bisa menyebarkan mimpi, menyosialisasikan nilai-nilai kebenaran, ruang ekspresi jiwa, maupun tempat menyuarakan aspirasi saat negeri ini dihantam kasus demi kasus yang memalukan dan tak pernah terselesaikan. Biarkan kami suarakan, agar mereka ingat pada kebenaran hati nurani . Dan Indonesia akan temukan seniman-seniman baru yang hebat dari ajang ini.

Kampus kami memiliki perusahaan penerbitan sendiri, karena diberlakukan budaya keilmuwan, di bukumana tiap mahasiswa jika ingin menyelesaikan studi selain thesis mereka juga diwajibkan setidaknya menerbitkan satu buku sebagai syarat kelulusan. Semua jurnal yang dihasilkan akan dikelola sebagai hasil karya mahasiswa yang menguntungkan dan menciptakan simbiosis mutualisme antara kampus dan mahasiswa. Saling membesarkan, saling menjaga dan memelihara. Kampus menjaga mahsiswa, mahasiwa menjaga kampus, masyarakat menerima kebaikannya. Sebuah proses dialektika yang indah bukan?

Kami yang merindukan pendidikan bermutu yang merata bagi seluruh penerus bangsa di negeri ini yakin, suatu saat perguruan tinggi ideal ini akan segera terwujud.

Tulisan ini terwujud sebagai penanda bahwa Mei adalah Hari Pendidikan Nasional dan merupakan bagian dari Lomba blog UII. Semoga bermanfaat bagi seluruh civitas akademika UII dan para pembaca .




TAGS perguruan tinggi idaman lomba blog uii perguruan tinggi terbaik perguruan tinggi favorit Pendidikan


-

Author

Follow Me