Internet Sehat, Cara Ampuh Mengubah Diri From Zero To Hero

1 Oct 2010

“Sebaik-baiknya manusia di antaramu adalah yang paling bermanfaat bagi sesama..” ( H.R.Bukhori )

Ini salah satu quote favoritku, bukan karena aku sudah sampai ke tingkatan ini, justru karena masih jauh panggang dari api. Saat acara Ngumbar Onliners yang diadakan blogdetik di Grand Preanger Bandung Sabtu kemarin, aku diingatkan kembali dengan pernyataan ini. Ketika Donny BU, praktisi internet sehat berpresentasi, beliau menampilkan anak muda bernama Amin (kalau tak salah) yang berhasil mengubah komputer-komputer busuk tak layak pakai kembali berfungsi sehingga dapat digunakan oleh masyarakat Pasar Minggu untuk pelatihan komputer dan internet. Anak muda ini telah sukses melampaui tiga tingkatan kebutuhan manusia yang dikonsepkan Abraham Maslow yang menyatakan bahwa manusia memiliki 5 tahapan kebutuhan yang berbanding lurus dengan kualitas kehidupannya.

Tingkatan terendah adalah pemenuhan kebutuhan basic instinc akan makan,istirahat, kebutuhan biologis, lalu meningkat pada kebutuhan akan rasa aman, cinta dan kenyamanan, lalu meningkat lagi pada kebutuhan bersosialisasi dengan sesama. Ketika seseorang telah terpenuhi ketiga kebutuhan tersebut, ia akan meningkat menuju pada kebutuhan aktualisasi diri, termasuk di dalamnya perasaan untuk berguna bagi sesama. Itu sebabnya para crme de la crme, pesohor mapan seperti Brad Pitt, Angelina Jolie, Habibie, Al Gore, Bill Clinton, Bill Gates, Oprah Winfrey terkenal dermawan dan aktif dalam kegiatan sosial, karena telah khatamnya mereka pada 4 tingkatan kebutuhan lainnya.

Aksi Amin menohokku, karena tak perlu menjadi orang besar dulu agar bisa memberikan sesuatu. Aku masih sibuk sendiri dengan kebutuhan diri yang terlilit berbagai masalah, keinginan serta mimpi yang tak ada putusnya. Tanpa sadar menjadikan kehidupanku sebagai sentrum semestaku. Alangkah kecilnya! Tapi Amin, mahasiswa berusia 21 tahun ini telah melampaui tiga tingkatan itu sekaligus menuju aktualisasi diri. Bukankah itu berarti ia telah berada dalam tahap sebagai orang kaya? Karena ia telah merasa cukup dan mampu dalam hidupnya sementara banyak orang kaya di luar sana tak pernah cukup dengan hartanya yang telah bertumpuk-tumpuk termasuk para koruptor yang mengabaikan hati nurani karena selalu merasa miskin sehingga tega menilep uang rakyat dengan berbagai cara. Ah sudahlah, kita toh sedang bicara tentang internet sehat.

Menurutku, internet adalah salah satu penemuan paling berharga abad ini. Murah, fleksibel, dan cepat. Ia telah menjadi shortcut pengubah nasib, menghapuskan seluruh hambatan dan diskriminasi bagi siapapun untuk belajar dan beraktualisasi diri. Internet membuat siswa Jakarta dan Papua mendapat materi pelajaran yang sama, update dan tanpa batas. Internet bagai tongkat peri jika kita mampu menggunakannya secara optimal. Membuat Raditya Dika yang pemalu akhirnya dikenal publik lewat blog yang berisi pengalaman sehari-harinya yang lucu, juga membuat seorang ibu rumah tangga Kuba Yoani Sanchez terkenal di penjuru dunia karena blognya menyuarakan ketidakadilan di negaranya, membuka mata dunia akan tragedi Tianamen yang brutal, dan membuat kita turut berdoa pada perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah airnya dari agresor Israel.

Internet jugalah yang membuat kita bisa memberikan karya terbaik untuk bangsa dan menjadi penyambung lidah rakyat. Kasus Prita, Koin Cinta Bilqis, kisah sendu Sinar anak miskin berumur 7 tahun yang tetap ceria menjalani hidup walaupun harus merawat ibunya yang lumpuh, terangkat ke masyarakat berkat jasa internet, hingga bantuan dan simpati mengalir untuknya.

Kita juga bisa menyebarluaskan ide dan hasil budaya Indonesia seperti batik, keris, songket dan berbagai tari-tarian ke seluruh penjuru dunia agar tak lagi diakui negara tetangga. Postingkan sebanyak-banyaknya budaya Indonesia. Lewat internet pula kita bisa perkenalkan Bunaken, Karimun Jawa, Wakatobi dan Raja Ampat yang tak kalah eksotis dari Pulau Phi Phi Thailand. Siapa tahu,suatu saat bisa dijadikan tempat shooting mega film Hollywood dan Mandarin. Dan film tersebut karena ditonton jutaan orang dari berbagai belahan dunia dapat makin memperkenalkan pariwisata Indonesia. Ibu Dewi meraup ribuan dolar dari memasarkan budaya Indonesia ke pentas-pentas seni dunia melalui internet. Bukankah budaya adalah alat diplomasi yang efektif dan gampang diterima semua negara?

Tidakkah kita prihatin jika menurut penelitian, internet hanya digunakan orang Indonesia sebagai alat sosialisasi? Menghabiskan waktu berjam-jam tiap hari untuk chatting dengan kawan lama lalu melahirkan skandal perselingkuhan karena de javu pada cinta monyet masa lalu? Ada 38 juta onliners di Indonesia, jika dihitung hanya pernah mengetik kata Indonesia sekali dalam lima tahun terakhir? Lalu bagaimana kita bisa mengaku sebagai seorang nasionalis, jika browsing tentang Indonesia, sebagian besar hasil posting dan foto indah tentang Indonesia merupakan karya orang asing?

Banyak sekali PR bangsa ini yang bisa kita pecahkan bersama-sama solusinya melalui internet. Aku masih percaya bahwa bangsa Indonesia penuh kasih sayang, empati, nasionalis dan pekerja keras! Sampai mereka rela bekerja di negeri orang jauh dari keluarga. Jika saja para pemimpin negara menyadari besarnya potensi yang bisa dimaksimalkan dari internet, maka pemerintah melalui Depkominfo niscaya akan membuat satu divisi tersendiri.

Internet bisa menjadi penggerak aparat pemerintah agar aktif bekerja, karena rakyat turut mengawasi dan memberikan laporan akurat setiap saat. Persatuan para petani dapat bersinergi dengan perguruan tinggi dan pemerintah lewat internet untuk menyebarluaskan hasil-hasil riset pertanian, berkonsultasi dengan ahli pertanian, pemasaran benih unggul dan berbagi pengalaman petani yang sukses agar dapat ditiru petani lainnya. Para perajin juga dapat memasarkan hasil karyanya melalui blog agar dikenal pembeli internasional. Jika membuat usaha dan bisa melakukan pendaftaran ijin usaha melalui internet, bayangkan, betapa banyak uang berhasil dihemat dan tingkat birokrasi perijinan yang dapat dipangkas. Wow!!

Indonesia yang indah, luas, kaya dan terpisah lautan ini membutuhkan perhatian kita semua dalam mengawasi garis perbatasan negara yang diberitakan semakin bergeser ke negara tetangga, juga mengatasi masalah pembalakan liar di Kalimantan yang masih berlangsung hingga hari ini, kasus busung lapar yang tak juga dituntaskan, sekolah reot yang butuh dana perbaikan, nasib suku Kubu Anak Dalam yang termarginalkan, penyelamatan anak-anak jalanan dari sasaran sodomi, belum merata dan efektifnya penyebaran zakat yang berpotensi mengentaskan kemiskinan dan masih banyak lagi. Aku yakin, kita semua masih peduli dan mau berbagi serta membantu mengentaskan masalah ini, agar Indonesia cepat maju dan meningkatkan nilai kompetitifnya sebagai bangsa. Yang dibutuhkan adalah koordinasi yang baik dan upaya yang sungguh-sungguh kita semua.

Jadi apa yang bisa kita lakukan sebagai blogger bagi bangsa ini?

1. tuliskanlah hal-hal yang baik dan bermanfaat. Jangan cuma bisa menghujat, karena tak bermanfaat. Lebih baik berikan saran, dan tentunya turut bertindak

2. Minimalkan mengunjungi situs porno, judi, game online dan silaturahmi yang tak produktif.

3. asah kepekaan sebagai blogger terhadap lingkungan sekitar, jika ada yang perlu pertolongan atau tindakan, tulis di blog, semoga bisa jadi wacana publik dan ada tanggapan dan tindakan positif pihak yang berhubungan.

Tetap bersikap positif dan semoga kita menjadi blogger dan pengguna internet sehat yang bermanfaat bagi sesama.



TAGS Festival BLOG 2010


-

Author

Follow Me