Sudah Waktunya Partai Merealisasikan Suara Rakyat (bukan hanya jargon)

18 Mar 2011

DPC harus mampu tangkap aspirasi rakyat, bahkan dari tingkat ranting dan cabang karena mereka ujung tombak kekuatan partai PDIP. DPC Pelopor yang tidak mampu melaksanakan tugasnya akan diturunkan statusnya!” Demikian Megawati dalam pidato politik nya ketika meresmikan 66 Dewan Pimpinan Cabang PDIP dari 33 Propinsi di desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Klaten Jawa Tengah.

INDONESIA-VOTE-MEGA-SIGNSaya bukan anggota atau simpatisan PDIP. Sampai saat ini, saya seperti juga kebanyakan masyarakat pada umumnya sudah apatis dengan semua gerakan partai apapun. Muak dengan politik dagang sapi di Dewan Legislatif maupun pembagian kursi kabinet antara partai A,B, C hingga X,Y,Z. Bosan dengan janji-janji politik yang digembar-gemborkan para calon anggota dewan dan para kandidat kepala daerah. Karena banyak kemudian setelah terpilih malah menilep uang rakyat atas nama program ini dan anu. Bah! Marah pada ketakpekaan anggota legislatif yang nekat tanpa malu meloloskan pembangunan gedung mewah untuk mereka berkantor memikirkan nasib rakyat sampai menguras energi pikiran dan tenaga hingga butuh kolam renang dan sauna di dalamnya. Tapi belum terlihat, hasil pekerjaan yang mereka hasilkan. Sementara Mahatma Gandhi justru menghilangkan semua bentuk kesenangan duniawi, makan seadanya, tak menuntut gaji, berpakaian sederhana tanpa jahitan dan bukan jas Armani, bahkan memilih untuk tak menikah untuk fokus membantu rakyat India keluar dari kesengsaraan dan penjajahan Inggris.

Kami rakyat tak meminta bahwa para anggota dewan yang terhormat dan sering mangkir di sidang itu berlaku sebagaimana Mahatma Gandhi yang namanya akan terus dikenang dunia dengan penuh penghormatan. Tak mungkin itu terjadi di jaman hedonis, materialistis dan pragmatis seperti saat ini. Cukuplah bersikap dan bergaya hidup wajar, jika ada kelebihan jadikan sodaqoh dan infaq bagi rakyat yang kelaparan dan menderita busung lapar. Berhenti menggunakan dana rakyat untuk pelesiran ke luar negeri . Internet sudah sangat membantu mendapatkan banyak sumber studi banding, juga perpustakaan dan staf ahli yang mereka miliki.

Semoga pidato Megawati, benar-benar merupakan hasil pemikiran dan perenungan panjang beliau, bahwa partai memang harus bekerja kerasa untuk membantu kesejahteraan rakyat. Bahwa anggota partai harus selalu dimonitor hasil kerjanya, dan anggota dewan harus disadarkan bahwa mereka adalah pelayan rakyat! Harus ada sebuah penilaian obyektif, siapa anggota partai yang memang layak untuk duduk di tempat terhormat. Sampai saat ini, kita belum mendengar adanya anggota partai yang dikenal dan dicintai rakyat yang diwakilinya. Mengenal bukan melihat wajah si calon sebagai no X di daftar pemilihan dan kita dituntun seperti anak TK untuk mencoblos mereka yang gambarnya dipampang di sepanjang jalan lengkap dengan janji politik.

Semoga pidato Megawati kali ini, sudah dinyatakan dalam poin-poin penilaian yang baku dan terstandar tentang prestasi para kader yang duduk sebagai anggota dewan. Sudah saatnya, mereka bekerja keras dalam arti yang sebenarnya untuk membuat program-program yang sederhana, berbiaya murah namun mengena pada sasaran. Apa salahnya anggota partai mengumpulkan masyarakat, mengundang satu petani yang sukses agar mengajari petani-petani lainnya yang masih terpuruk tentang cara bercocok tanam yang efektif dan membuahkan hasil berlipat ganda? Membuat pupuk organik dengan limbah pertanian, membantu menata saluran air, atau mengajari cara mengolah hasil pertanian yang lebih variatif dan menambah nilai jual? Kita harus belajar dan malu pada Jepang yang bisa menghasilkan produk pertanian unggulan di lahan tandus mereka.

Apa anggota dewan perlu mempelajari hal itu sampai Jepang? Tidak! Sudah banyak orang Indonesia yang ahli di bidang ini, dan mereka tinggal bekerja sama dengan lembaga nirlaba yang banyak menerapkannya di beberapa daerah pertanian di Indonesia.

Sudah saatnya memang Megawati dan para pemimpin partai lainnya berlomba-lomba memenangkan hati rakyat dengan memberikan tindakan nyata yang dibutuhkan masyarakat. Dan sudah saatnya anggota dewan diseleksi prestasi dan ahlaknya jika memang partai ingin eksis di hati rakyat. Memang membutuhkan waktu untuk menjadi efektif dibanding lobi bagi-bagi kekuasaan, tapi lihatlah ini sebagai tabungan masa depan bagi kelangsungan hidup dan partai. Dan anggota dewan yang tak dapat menjalankan tugasnya dengan baik? Ganti sajalah dengan kader baru yang lebih potensial. Percayalah, di antara tiga ratusan juta rakyat Indonesia ini, masih banyak yang berpegang pada hati nurani dan siap bekerja keras untuk bangsanya.

Semoga, pidato Megawati ini benar-benar bukan jargon adanya.


TAGS


-

Author

Follow Me