Apa salahnya poligami??!!!!!

24 Mar 2011

Akhir-akhir ini sedang marak beredar pemberitaan tentang laporan poligami yang dilakukan para petinggi sebuah partai, yang pelapornya termasuk pejabat teras PK sebelum mengagendakan menambahkan huruf S (sejahtera) di belakangnya. Hanya saya belum begitu paham apakah sejahtera ini khusus buat anggota partai? simpatisan? umat Islam, rakyat secara keseluruhan atau petinggi partai? Sayangnya hingga sekarang belum ada pihak yang bisa menjelaskan pada saya, lha wong apalah artinya saya wong cilik yang ga penting di partai apapun. Jujur, sebenarnya beberapa tahun sebelumnya saya simpatisan partai ini yang saat itu lebih mengedepankan gerakan moral daripada move politik. Banyak teman saya anggota PKS sejati , mereka santun, hidup sederhana dan suka membantu tetangga. Karenanya, waktu masih di Depok, saya pilih Nurmahmudi sebagai walikota saat pilkada. Wah, jadi buka kartu deh. Mungkin naif, tapi waktu itu saya beranggapan kalau anggotanya saja begitu baik pasti para petingginya jauuuuuh lebih baik . Pemimpin adalah teladan dari yang dipimpin. Betul toh?

Tapi melihat pemberitaan akhir-akhir ini, saya jadi ilfil. Mungkin semua partai memang harus punya move politik agar tetap eksis di percaturan politik Indonesia ya? Wallahualam.

Kembali ke topik utama. Poligami memang unik, seperti lagu Rinto Harahap \’Benci tapi rindu\’ karena dibenci kaum istri dirindukan para suami hehe… Selalu menarik untuk diulik dan dibuat gosip apalagi jika menyangkut orang penting atau terkenal negeri ini. Kasus ini bahkan mendapat porsi pemberitaan lebih besar dibanding kasus korupsi, yang kabarnya dilakukan oleh petinggi partai yang sama.

Poligami, tak ada umat Islam yang bisa menentang keberadaannya karena Allah mengijinkan seorang laki-laki memiliki lebih dari satu pasangan. Tapi perlu dicermati bahwa di Al Qur\’an Allah juga tak menganjurkan poligami, bahkan memperingatkan para imam keluarga untuk berhati-hati sebelum melaksanakannya. Adil itu sulit! Sebenarnya ada banyak PR yang harus dikerjakan sang bapak sebelum ia menikmati manisnya perkawinan ke dua, walau dari pengakuan beberapa pihak yang melakukan, poligami itu berat dan melelahkan, baik diongkos maupun tenaga :). Apalagi jika harus berlaku adil pada keduanya. Beda rasanya ketika masih main petak umpet dengan istri pertama. Sensasinya itu lho…kata mereka. Tapi begitu ketahuan? Ancur minah!@#$%^&**! Ini ungkapan lagu tahun 80-an yang sering saya dengar waktu kecil. Lalu banyak kasus nikah siri yang mengakibatkan tak terdatanya status perkawinan beserta status hukum si anak yang lahir kemudian. Salah siapa? Salah kedua belah pihak lah, walaupun yang biasanya menanggung beban berat kesalahan lebih pada pihak wanita. Secerdas dan sesukses apapun seorang wanita, jika melibatkan diri pada perkawinan orang lain ya tetap diapandang wanitanya yang salah. Siapa bilang dunia ini adil?

Sekali lagi tak ada yang salah dengan poligami, jika suami meminta ijin terlebih dahulu secara baik-baik kalau perlu disertai \’sogokan\’ yang nilainya pasti tak kecil dan istri merelakannya (aduuh..ini mah berat buat ibu-ibu ya!) lalu yakin kalau hatinya mampu memperlakukan keduanya sama baiknya, memberi nafkah adil dengan tak melupakan hati anak-anak yang telah terlahir dan tak pernah bermimpi ibunya akan patah hati dan mendapat saingan perhatian sang ayah, karena bagaimanapun barang baru pasti lebih menarik dibanding barang lama… (maaf ibu-ibu…ini hanya perumpamaan saja). Umur memang tak bisa dilawan, baik oleh pisau bedah, botox atau pengobatan alternatif dan ramuan madura. Barang baru itu sensasi baru, biarpun tak muda lagi. Tanya saja pada ayah Pangeran William di Inggris sana.

Jangan sampai karena suami poligami, tatanan keluarga yang telah ada, dan sebelumnya harmonis bahagia rusak karena perkawinan baru.Atau kedua perkawinan menjadi berantakan pada akhirnya. Sudah terlalu banyak tokoh masyarakat kita, bahkan pemuka agama yang berpoligami pada akhirnya tak mendatangkan kebaikan pada orang-orang yang amat mereka sayangi sebelumnya. Mendatangkan kekecewaan pada mereka yang mengidolakannya. Lho, ini kan urusan pribadi? Siapapun pasti tahu, makin tinggi kedudukan seseorang, makin besar tanggung jawabnya, termasuk tanggung jawab sosial menjadi tokoh panutan masyarakat.aagym1

Jika banyak bapak-bapak yang berdalih, daripada zina lebih baik mendua. Asal para bapak juga tahu kalau para isteri juga medapat banyak godaan, tapi bukankah hati nurani dan pikiran akan menuntun untuk kembali di jalan yang ‘benar’? Bukankah Allah memang menganugerahkan pada manusia kemampuan untuk memilih keadaan terbaik di antara yang baik? Semua berpulang pada masing-masing pihak.

bj_habibie_dan_ainun_habibie_1006291644262Salut saya secara pribadi pada Pak BJ. Habibie yang amat sangat menjaga hati untuk bu Ainun. Karena sejatinya, saat kita telah menemukan belahan jiwa yang tepat, semua akan terasa pas dan mengalir dengan sendirinya. Kekurangan pasangan akan termaafkan, bahkan bisa menjadi hal yang dirindukan.

Maka, jika ketiga belah pihak telah mencapai kata sepakat untuk saling mengerti dan mengakui keberadaan satu sama lain maka tak ada yang salah pada poligami. Salut saya, buat para suami yang bisa berpoligami tanpa sembunyi, memanage hati istri dan rumah tangganya secara baik dan semua anggota keluarga tetap bahagia dan sejahtera lahir batin. Ini namanya lelaki yang pantas berpoligami. Tapi berapa banyak ya, yang bisa begini?


TAGS korupsi PKS selingkuh poligami AA Gym BJ Habibie politik Indonesia kawin siri skandal korupsi suri tauladan


-

Author

Follow Me