Resep Formula Paten Sinetron Indonesia

30 Oct 2011

Jujur pengen sekali bisa menulis skenario (haloooo..ada yang tahu di mana saya harus belajar? Berapa biayanya untuk mendapat guru sekelas Salman Aristo? Ini serius ..) sayangnya saya coba otodidak dengan ubek-ubek toko buku yang di Matraman itu, lalu ke perpustakaan IKJ and hunting ke Usmar Ismail hasilnya nihil! Yang ada juga film-film kuno tahun 70-an di IKJ. Kenapa ya salman ga bikin skenarionya jadi buku jadi bisa dipelajari orang lain. Hmm..padahal kalau di Hollywood, skenario-skenario film pemenang Oscar atau yang berhasil menjadi best seller biasanya dibukukan loh. Ga ada panduan cara nulis skenario. Ini masih mimpi tapi pengen banget mengganti sinetron Indonesia dengan cerita-cerita yang lebih membumi, yang membuat kita larut di dalamnya, hingga session demi session selalu ditunggu pemirsa. Ngemeng-ngemeng benarkah sinetron-sinetron yang kejar tayang itu punya rating peringkat atas hasil survey penonton Indonesia? Valid ga sih datanya? Kok selama saya tinggal di beberapa kota di Indonesia ga pernah ya disurvey apa yang saya tonton?

Coba kita perhatikan sinetron-sinetron Indonesia itu punya resep formula yang sama biarpun judul dan pemainnya beda. Kalau si Mba lagi nonton sinetron kadang cerita sama saya tanpa pernah terputus dari awal sampai akhir. Sinetron kita selalu ada unsur ini deh;
1. Si Kaya, ganteng, muda, tampan, kesayangan keluarga, baik budinya jatuh cinta sama kepolosan sikap si miskin yang culun (saya ga bermaksud merendahkan, hanya memotret apa yang disinetron), kadang ga tamat sekolah, biarpun cantik tapi bahasanya….trus mereka menikah tidak disetujui dan si miskin ini dijadikan pembantu dalam keluarga suaminya, atau disakiti habis-habisan tak dianggap manusia sederajat dan tiap habis dipukuli tak pernah membela diri berlindung di balik kata sabar (atau malas keluar dari kenyamanan?) selalu berdoa demi kebaikan yang memukuli dengan ekspresi yang lebay…Please deh,…nulisnya jangan senaif itu.
2. Ga pernah dijelaskan kenapa si ganteng kaya itu bisa jatuh cinta pada gadis tersebut. kalau tingkat pendidikan dan sosial ekonomi demikian bedanya,..dalam kehidupan nyata apa mereka kalau ngomong bakal nyambung? Di mana letak chemistrynya? Kok dipaksakan banget ya..
3. Pasti pada akhirnya si miskin yang cantik dan disia-siakan ini ternyata anak gelap orang dari kaya, atau anak yang ditukar oleh keluarga miskin (bukannya rumah sakit pilihan untuk melahirkan pasti beda, juga harga dan fasilitasnya?) atau anak dari istri siri atau anak dari kekasih yang dihamili yang tidak sempat memberitahu pada pacarnya kalau ia hamil sambil melihat dari jauh pacarnya melaksanakan akad nikah sama cewek yang dijodohkan dengannya. Atau anak orang kaya yang diculik pembantunya…(dengan uang dan berbagai koneksi dengan pejabat dan keamanan, bukankah kasus penculikan harusnya gampang ditemukan?)
4. Setelah dia diambil oleh bapak/ibunya yang kaya…akhirnya keluarga suaminya baru menaruh hormat padanya biarpun dibelakang punggungnya masih punya segudang rencana jahat. Pasti selalu ada tokoh si jahat yang tak pernah mendengarkan hati nuraninya untuk tak menyakiti orang lain dengan alasan yang ga begitu jelas.
5. salah satu dari pasangan bahagia ini pasti kecelakaan lalu terkena amnesia dan ditolong orang lain yang kebetulan masih lajang juga, lalu penolongnya jatuh cinta.
6. Si cewek dan pasangan sebelumnya sering bertemu tapi tak pernah menyadari kalau mereka bertemu. Lo piye toh?Ya ga tahu aku juga bingung..dan mereka juga tak pernah jelas apa profesinya, kuliah di universitas mana, bapaknya kaya lewat jalur apa…dan alasan kenapa mereka punya musuh bebuyutan yang audzubillahimindzalik jahat dan liciknya dan bla…bla…bla…
7. Akhirnya setelah bersession-session hubungan makin berlarut-larut dan tidak jelas alur ceritanya ditambah penonton sudah eneg barulah pasangan yang saling mencintai ini dipertemukan kembali dan sinetron berakhir judul namun memproduksi yang baru dengan ganti artisnya, ganti judul, ganti nama penulis ceritanya, ganti rumah produksinya tapi intinya tetap sama seperti GBHN (Garis-Garis Besar H-alaynya sinetron Nasional) di atas.
4. Semua artisnya masih muda tapi harus cantik dan ganteng semua. Biarpun perannya jadi nyonya besar, nenek-nenek atau pembantu sekalipun mereka tetap aja pakai maskara dan bulu mata. Tak pernah terlihat pakai sarung atau celana pendek gombrang sama kaus t shirt kalau di rumah padahal itu pakaian paling nyaman sedunia buat penduduk Indonesia pada umumnya. Pak Harto yang presiden selama 35 tahun saja lebih suka bersarung kalau di rumah…ini dari buku The Untold Story of Soeharto lo ya? Saya tidak berani mengarang cerita.

Aku sih sebenarnya tak begitu suka drama Korea karena beberapa diantaranya juga tidak masuk akal tapi ga lebay pisan seperti sinetron kita. Pertama lihat karena penasaran, tumben drama seri Korea pasang perempuan yang ga muda lagi buat pemeran utama tapi setelah mengikuti jalan ceritanya aku jadi suka Queen of Reversal dan selalu menyempatkan diri buat nonton karena ceritanya masuk akal dan sangat mewakili dunia kerja saat ini, tentang seorang wanita karier yang terseok-seok menata hidup dengan pernikahan yang kandas, ngurus anak dan tekadnya buat memperbaiki kesalahan sikapnya pada orang-orang di sekitarnya, dan menemukan cinta barunya biarpun tak berakhir happy ending. Tapi drama ini bikin kita jadi belajar hidup juga. (Jadi tolong ngerti kalau Rafi bisa jatuh cinta sama Yuni Shara, kenapa sih yang pada ribut dan komen sadis2 di detik hot jutru mereka yang tidak punya hubungan apapun sama mereka berdua? Please deh, perbaiki diri sendiri saja dulu). Kalau ini tayang di Indosiar jam 16.00-18.00. Kalau ini romantis abis hehe..Lihat cuplikannya di sini..

http://www.youtube.com/watch?v=84RXhTEv4vw&feature=related
Satu lagi yang ciamik, yang menunjukkan kehebatan seorang perempuan yang kebetula tokohnya juga bukan perempuan muda kinyis-kinyis tapi perempuan smart setengah umur yang charming dan tak takut terlihat garis ketuaan di sudut garis tawa dan sedang terpuruk dalam kehidupan. Kita jadi mendapat ilmu forensik di sini. Keren banget. Ini bukan promosi tapi supaya bisa dilihat sebagai referensi, nih cuplikannya

http://www.youtube.com/watch?v=FplbLwd3NpU

Jadi berharap suatu saat nanti sinetron-sinetron kita bisa sehebat ini. Ok Mas salman, siap bantu saya nulis skenario? :)


TAGS sinetron Indonesia Body of Proof Queen of Reversal drama korea ahli forensik Yuni-Rafi


-

Author

Follow Me