• 24

    Feb

    "Sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu..."

    Azizah resah. Masih digenggamnya erat-erat undangan pernikahan warna pink bergambar sepasang kekasih yang tersenyum bahagia sedang bersampan di sebuah danau. Sang wanita terlihat anggun dalam balutan busana kebaya kerancang warna putih bersanggul cepol sementara sang lelaki memakai busana beskap putih gading lengkap dengan pecinya. Ah,..betapa beruntungnya Eka. Akhirnya ia menikah juga dengan kekasihnya. Undangan pernikahan itulah penyebab keresahannya. Satu demi satu sahabatnya mengikat janji dengan pasangannya masing-masing sementara ia hingga saat ini masih terkatung-katung dalam hubungan yang semakin tak jelas dengan Hugo. Lelaki tampan yang memacarinya sejak lima tahun lalu itu tak sekalipun pernah menyinggung membawa hubungan mereka jauh ke depan sementara jika ia yang menyinggung
  • 9

    Apr

    Aku bertahan.......

    Semoga engkau, yang sedang bahagia menari di atas luka sesama wanita mengerti, bahwa sesuatu yang dimulai dengan ketidak baikan akan berakhir dalam ketidak baikan pula. Kami tak berhak menhakimi apa yang terjadi, karena kami bukan bagian dari cerita. Hanya bisa melihat dan mengelus dada, melihat anak-anak yang tak tahu apa yang terjadi pada ayah bundanya, mereka yang polos tetap tersenyum saat tersorot kamera untuk pembenaran pada hal yang tak bisa dikatakan benar. Tulisan ini terilhami atas kejadian nyata, tentang perjuangan istri dan ibu menjaga keutuhan rumah tangganya. Ayo kita mulai lagi, sayang. Telah kutanggalkan seluruh ego dan harga diri untuk mengatakan semua ini padamu. Tak sangsi aku katakan, Ayo kita coba lagi. Belum terlambat untuk mengawalinya meski dari nol lagi. Dulu kita
-

Author

Follow Me